Rabu, 28 Agustus 2013

Akhlak Rosulullah SAW sebagai Sauri Tauladan

SUMBER NASKAH: PELIHARALAHHATI.BLOGSPOT.COM Kehebatan Akhlak Rasulullah Mengawal Kemarahan Yahudi Pengutip Hutang Suatu kisah ketika Rasulullah SAW sedang duduk ditengah-tengah para sahabat, tiba-tiba datang seorang rahib yahudi bernama Zaid bin Sa’nah. Kemudian dia menyambar kain Rasulullah SAW dan berkata dengan kasar; “Ya Muhammad! Bayarlah hutangmu. Kamu keturunan Bani Hasyim melambat-lambatkan pembayaran hutang.” Sememangnya ketika itu Rasulullah SAW berhutang dengan yahudi tersebut. Tetapi Rasulullah mengerti bahawa masa yang dijanjikan untuk membayarnya belum sampai. Melihatkan keadaan sebegitu, Saidina Umar r.a lalu bangun dan menghunus pedangnya. “Wahai Rasulullah SAW, izinkan aku memenggal leher manusia yang kurang ajar ini.” Namun, dengan penuh kelembutan dan ketenangan Rasulullah SAW bersabda; “Ya Umar, aku tidak disuruh berdakwah dengan cara yang kasar. Antara aku dan dia memang memerlukan kebijaksanaan daripadamu. Suruhlah dia menagih hutangnya dengan sopan dan ingatkanlah aku supaya aku dapat membayar hutangku dengan baik.” Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut, orang yahudi itu pun berkata: “Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, sebenarnya aku tidak akan datang untuk menagih hutang, tetapi aku datang untuk menguji akhlakmu. Aku mengerti masa untuk melunaskan hutang itu sebelum sampai waktunya. Akan tetapi aku telah membaca sifat-sifatmu dalam kitab Taurat. Semua sifat-sifatmu sungguh terpuji. Namun masih ada satu sifatmu yang belum aku ketahui iaitu tentang kebijaksanaanmu bertindak ketika waktu marah. Ternyata tindakan ceroboh yang dilakukan orang terhadapmu, engkau masih dapat mengawalnya dengan cara bijaksana.” Ini merupakan satu hakikat yang aku saksikan sendiri, maka terimalah Islamku ya Rasulullah SAW. Kemudian orang yahudi itupun mengucap dengan mengakui Tiada Tuhan yang disembah melainkan ALLAH dan Rasulullah SAW adalah pesuruh ALLAH. Kemudian ia berkata lagi: “Wahai Rasulullah, adapun hutangmu, aku sedekahkan kepada fakir miskin dan kaum muslimin” Demikianlah antara sebuah kisah kehebatan akhlak Rasulullah SAW dalam menghadapi marah. Manakala, hari ini dalam menguruskan kemarahan yang terjadi tanpa diminta, adalah menjadi tanggungjawab setiap insan dalam menghadapi situasi yang mudah mengundang marah, memerlukan tindakan pantas kepada memikirkan sabar. Rasulullah bersabda bermaksud : “Sesungguhnya marah adalah secebis api yang dinyalakan dalam hati. Tidakkah engkau melihat kepada kedua-dua matanya yang merah dan urat-urat lehernya yang mengelembung? Maka apabila salah seorang daripada kamu berasakan sesuatu dari yang demikian, maka rapatkan diri kamu ke muka bumi (duduk menenangkan diri atau sujud kepada Allah).” (Riwayat al-Tirmizi) —

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW

Sumber Posting : ISLAMIC MOTIVATION AKHLAK RASULULLAH Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seseorang, “Siapakan perempuan yang paling Engkau cintai ?”. Beliau SAW menjawab,” Aisyah”. Lalu ditanya lagi,”Kalau dari kalangan laki laki, siapakah yang paling engkau cintai Ya Rasulullah?”. Rasulullah SAW menjawab,”Ayahnya yaitu Abu Bakar”. Khalifah Abu Bakar As Shiddiq r.a lelaki yang paling utama di kalangan umat ini adalah orang yang menemani Rasulullah SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Beliau pula orang yang paling banyak berinfaq fi sabilillah bila seruan jihad telah berkumandang. Sewaktu Rasulullah SAW sakit yang menyebabkan kewafatannya maka Abu Bakar r.a yang ditunjuk sebagai Imam sholat. Dan kelak syurga yang paling luas dari kalangan umat ini adalah syurganya Abu Bakar r.a Pernah suatu hari Abu Bakar r.a tercenung, ia sedang berpikir kira kira amal apa yang pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW tapi belum ia kerjakan. Maka ia mencari anaknya, Aisyah r.a dan bertanya,”Wahai anakku, apa kira kira amal yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika masih hidup tapi belum aku kerjakan?”. Aisyah r.a berpikir sejenak lalu menjawab, “Rasulullah SAW selalu memberi makan kepada seorang Yahudi buta di pojok sudut pasar”. Maka Abu Bakar r.a mengecek apa yang dikatakan oleh anaknya dan benar saja, ia dapati seorang perempuan renta yang buta duduk disudut pasar tanpa ada siapapun yang mempedulikannya. Abu Bakar r.a segera mendekati perempuan buta Yahudi itu dan mengeluarkankan roti yang sudah siapkan untuk diberi kepada perempuan buta itu. Dari mulut perempuan buta itu selalu terdengar omongan yang buruk tantang Rasulullah SAW. Ia menghina Rasulullah SAW dan menyuruh orang orang dipasar untuk tidak mengikuti ajakan Muhammad. Abu Bakar r.a mendengar itu semua dan sabar, ia tidak bisa membayangkan perasaan Rasulullah SAW memberi makan perempuan buta itu sambil dihina dan diejek setiap harinya oleh perempuan yang sama. Mulut yang telah diberinya makan tiap hari tapi kembali memberi berupa hinaan dan cercaan. Rasulullah SAW memang memiliki akhlak yang agung. Ketika suapan pertama telah masuk kedalam mulut perempuan buta itu ia merasa kaget dan memuntahkan makanan yang diberi oleh Abu Bakar r.a. Perempuan buta itu berkata,”Siapa kamu, kamu bukan orang yang biasa memberi aku makan”. Abu Bakar berkata ,”Dari mana kamu tahu kalau aku bukan orang yang biasa memberi kamu makan?”. Perempuan buta itu menjawab,”Makanan yang kau beri tidak kau haluskan lebih dulu. Orang yang biasa memberi aku makan selalu menghaluskan makanan lebih dulu karena ia tahu kalau gigiku sudah tak sanggup mengunyah makanan”. Abu Bakar r.a hendak meneteskan airmata, mengingat akan kekasihnya Rasulullah SAW yang berakhlak sangat mulia sekalipun kepada orang yang setiap hari menghina dan mencacinya. Sejenak kemudian Abu Bakar r.a berkata,”Ketahuilah olehmu wahai perempuan yang buta bahwa orang yang biasa memberimu makan sudah meninggal beberapa hari yang lalu dan aku adalah sahabatnya. Orang yang biasa memberimu makan adalah Muhammad SAW, laki laki yang tiap hari selalu bersabar meski kau hina dan caci sedangkan ia tak pernah berhenti menyuapkan makanan kemulutmu”. Perempuan Yahudi yang buta itu kaget bukan main dan tak lama kemudian ia menangis. Benaknya berpikir bagaimana mungkin orang yang selalu bersabar dan memberinya makan sambil terus mendengar hinaan dan cacian bukan seseorang yang menjadi pilihan Tuhan untuk menyampaikan Risalah kenabian. Ia menyesal belum sempat meminta maaf kepada orang yang sangat peduli dengannya padahal tidak ada seorang keluarganyapun yang sempat menengok keadaannya. Ia lalu bersyahadat dihadapan Abu Bakar r.a dan menjadi muslimah yang taat. Kini hari harinya diisi dengan ibadah. Tidak pernah ia melewatkan waktu kecuali dengan sibuk berzikir dan beribadah. Ia selalu menangis bila ziarah ke makam Rasulullah SAW. Kini iman telah mengisi relung kalbunya dan amal sholeh telah menghiasi tubuhnya. Rasulullah SAW adalah seorang maestro cinta. Beliau menebarkan rahmat kemanapun melangkah. Beliau menyemai hidayah dalam setiap aktifitas. Beliau mengajarkan kelembutan dalam bertutur kata dan beliau SAW memberi rasa aman dalam setiap tindakan. Tidak salah kiranya kalau seorang penulis terkenal Barat Michael Hart menempatkan Muhammad SAW sebagai orang paling berpengaruh sepanjang masa. Semoga kita tidak hanya bisa membaca ceritanya tapi juga bisa meneladani sifat sifatnya..Amiin

Rabu, 06 Februari 2013

KEGIATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW SABTU,2 PEBRUARI 2013 JAMIYAH JUMAT PON NURUL HUDA BALAPULANG WETAN



Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Jamiyah Jumat Pon 
RW 1 Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.

Balapulang – Bertempat di halaman mushola Nurul Huda Rw 1 Desa Balapulang Wetan Pada hari Sabtu,2 Pebruari 2013  telah dilaksanakan peringatan  Maulid Nabi SAW hadir dalam acara tersebut KH Habib Sholeh Al Atas sebagai Nara Sumber dengan mengambil tema : Melalui Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2013 kita bangun Masyarakat Muslim yang Rahmatan Lil Alamin sedangkan undangan yang hadir diantaranya Ulama setempat,Kepala Desa Balapulang Wetan Ir H Wibowo,Tokoh Masyarakat dan Warga sekitar Mushola Nurul Huda. Ketua panitia Hari Besar Islam Jamiyah Nurul Huda Bapak Sismunjidi menyampaiakan pentingnya ukuwah islamiyah dimasyarakat sekitar RW 1 Balapulang Wetan dengan aktif melalui pengajian – pengajian rutin yang tumbuh di lingkungan kita. Mudah-mudahan dengan peringatan Maulid Nabi ini aktifitas di Mushola Nurul Huda bertambah meningkat syiar islamnya dimasa yang akan datang.
 Suasana persiapan menyambut acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
 Nampak kesibukan panitia PHBI dalam pelaksanaan  kegiatan Acara tersebut.
 Pembacaan Salawat Nabi bersama Group Hadrah dari Pangkah Kabupaten Tegal
 Antusias hadirin putri dalam mengikuti Pengajian Maulid Nabi SAW.


 Kesibukan Panitia PHBI Jamiyah Jumat Pon Balapulang Wetan. Semangat
Ikhlas tetap  menyertai hati mereka.


 Pembacaan susunan acara kegiatan oleh Bapak Ustad Untung.
 Pembacaan Ayat-ayat suci Alquran oleh  Qiroatul Bapak KH. Rosidin
 Sambutan Ketua Panitia Hari Besar Islam Jamiyah Jumat Pon Bapak Ustad Sismunjidi.
 Sambutan Kepala Desa Balapulang Wetan Bapak Ir. H. Wibowo.
 Tauziyah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Nara Sumber
Habib KH. Soleh Al Attas dari Pangkah Kabupaten Tegal

Selasa, 05 Februari 2013

SUSUNAN PENGURUS JAMIYAH JUMAT PON BALAPULANG WETAN RW 1 KABUPATEN TEGAL



I.Penasehat
  Drs.H. Abdul Karim
II. Pelindung
 Kepala Desa Balapulang Wetan.
III. Pembina
    1. Ustad. Slamet
    2. Ustad Fauzi,AMd.
IV. Pengurus Harian
    1. Ketua     : Makmuri
    2. Sekretaris : Himawan Rosyidi,S.Pd
    3. Bendahara : Sumarmo
V. Anggota Jamiyah
1.  Jamali
2. Muhdiono
3. Bunasir
4. Untung
5. Nur Arifin
6. Wahyono
7. Harun
8. Kusnadi
9. Sugiman
10. Sutejo
11. Sismunjidi
12. Jaenuri
13. Romi
14. Wiryono
15. H. Johari
16. Susmono,SIP
17. Abdullah
18. Warsa
19. Waluyo
20. Mahmud
21. Ferry
22. Kasmui
23. Hesman
24. Sisweno
25. Imam Setiana,SPt
26. Mabrur
27. Burhanudin
28. Mamun
29. Rasudin.
30. Nuriman
31. Sudarno
32. Joni Abadi